Monday, September 17, 2012

Reuni (lagi) dengan teman-teman "kecil"

Minggu malam kemaren saya reuni kecil dengan teman-teman semasa Sekolah Dasar dulu hehehe... halal bihalal gitu deh konsepnya, sekali lagi kami bertemu dengan suasana akrab, ada yang came along with family, ada juga yang sendirian aja. saya datang dengan formasi lengkap hehehe, rencana awal cuma mau sama Gendis aja, tapi mau berangkat, si Ranu ngalemnya minta ampun udah terasa kali ya mau ditinggal pergi.
Akhirnya yukk mareee piknik lah kita berangkat bersama-sama hehehe.
Okay leave my story, back to reunion... beberapa kali kami ketemuan yang dateng ya itu itu saja, pada kemana ya yang laeenn.. yu huuu! prends dateng dong, penasaran nih sama kalian sekarang wahai teman-teman "kecil"ku

Sunday, September 2, 2012

Ice Cream Anti Galau

Good Pagi Sunshine...
Sunday morning...
Hari ini saya hutang dua kegiatan, yaitu:
1. belanja kebutuhan RT
2. beli gadget baru hehehe
Nah loo.. beli gadget baru termasuk hutang juga hihihihi... wajib, kudu dilakukan tuh, klo ga kan ntar dosa wkwkwk.. itu tuh yang bikin galau. mau beli gantinya BlackBerry yang lama ato cicipin handphone Android ya?!
Daripada galau kulum ice cream ajah :p

Saturday, September 1, 2012

Back to School

Hi
Hello
Lama banget nih saya ga update cerita
oiya nih Met Lebaran ya, mohon maaf lahir batin, semoga ibadah kita dibulan Ramadhan kemaren dapet ganjaran yang setimpal oleh Allah.. Amien

Gendis udah mulai masuk sekolah nih. Dan surprised nya dia udah berani ditinggal, jadi saya ga perlu ikut sekolah lagi dikelas. sebagai gantinya join-in Mommies Club hihihi. Anyway ga selamanya rumpis koq, coz kemarin ada yang ngajarin crochet lohh. For free, yippie dream come true, secara saya udah lama pengen belajar merajut.



Friday, June 8, 2012

Belanja (online)? Siapa Takut!

Online Shop menjamur tiga tahun belakangan ini, saya termasuk buyer aktif online shop. Belanja yang praktis, murah dan bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Tinggal duduk didepan laptop ato sambil tiduran sambil genggam smart phone transaksi sudah bisa terjadi. Ga heran kita sering lihat orang yang matanya ga bisa lepas dari gadget yang dipegangnya hehehe untung waktu kuliah ato kerja dulu saya belum pegang blackberry, bisa-bisa banyak kerjaan yang ga kelar dan kuliah ga lulus-lulus. Murah. Kita bisa "keluar-masuk" dari satu toko ke toko lain tanpa keluar biaya dan  hemat waktu, banyak toko yang menawarkan barang yang sama kita sebagai pembeli tinggal jeli mencermati harga dan kualitasnya. Dan yang paling asik, kita bisa belanja kapan saja, klo saya biasanya waktu malam hari sambil nemenin suami utak-atik kerjaan dan anak-anak sudah tidur. Soal kebiasaan saya belan, bisja online ini ada hal yang menggelitik. Saya duduk berdampingan dengan suami di satu meja, dia pusing gimana cara make money sedang saya pusing gimana  cara spend money :D
Saya juga sangat doyan mengunjungi toko virtual, sudah banyak transaksi yang saya lakukan dengan toko online dan alhamdulilah 90% memuaskan, puas dengan pelayanan dan produk yang ditawarkan. Mulai belanja sprei, pakaian anak-anak, pakaian saya sendiri sampe sepatu dan sandal pernah saya lakukan via online. Saya punya banyak referensi toko-toko online terpercaya dan recommended, and you know 75% fiend list facebook saya adalah pedagang online hahaha, oh oh bukan karena saya gila belanja ya tapi lebih pada saya suka window shopping di toko virtual. Hal itu juga memberi keuntungan dalam perbandingan harga dan kualitas sebelum saya memutuskan untuk closing transaction dengan salah satu toko.
Belanja online juga membantu saya untuk tetap update dengan dunia fashion, sejak menikah dan  melahirkan anak-anak, waktu saya tersita untuk mereka. di saat weekend pun saya dan suami memilih untuk berkegiatan bersama anak-anak, so walaupun saya pergi ke Mall (which is sangat jarang, kami lebih senang membawa anak-anak ke taman safari atau berenang di sport club untuk menghabiskan libur akhir pekan) lebih karena mengantar anak-anak ke timezone atau toko mainan. jadi praktis kebiasaan kami untuk belanja di toko konvensional pun sangat terbatas. Akhirnya toko online menjadi altenatif yang menyenangkan untuk belanja.
Tips berbelanja online:
1. banyak-banyaklah punya friend list toko online misalnya di facebook atau di multiply
2. baca testimonial dari buyer-buyer sebelumnya
3. putuskan berbelanja dengan toko yang benar-benar bisa dipercaya, chatting aja dulu sebelum closing
4. dan yang ga kalah penting adalah harus bisa jadi buyer yang bijaksana, jangan asal bak bik book bisa-bisa malah bertengkar dengan suami karena uang gaji habis buat belanja
So, selamat menikmati mudah dan manfaat belanja online

Pagi ini...

Hoammm.... good morning pondok candra,
pagi ini agak berbeda dari pagi sebelum-sebelumnya saya bangun tidur tergolong sangat pagi 4.30am... saya punya kesempatan panjang dengan kesendirian saya sebelum anak-anak terjaga dari tidur semalaman, betul-betul sedang sendiri karena suami pun sedang tidak berada dikota ini. Saya menikmati kemewahan secangkir teh panas dan setangkup roti tawar berisi coklat favorit saya. Alhamdulilah..
Lalu menuliskan pengalaman ini ke dalam blogpun tak kalah mewahnya, jemari saya menari dengan ringannya di atas keyboard laptop... kegiatan yang sangat langka dan sangat saya rindukan belakangan ini lebih-lebih setelah berstatus istri dan ibu dari dua balita yang suami saya menyebut mereka malaikat...
Banyak hal yang ingin saya lakukan sebagai side job, *main job saya full-time mom ;) saya sangat tertarik dengan seni kerajian tangan such as menjahit, merajut, beading dan semua hal yang para wanita seperti saya sangat mahir melakukannya, saya selalu terkeju-kejut *maaf bahasanya tidak baku, bila sedang bersurfing dan mencermati isi blog para kreatif moms yang bisa mencipta barang-barang ajaib nan elok... Seharian kemaren saya sibuk membayangkan ide untuk mengumpulkan semua kerajinan itu kedalam toko virtual saya. Wonderful Gendiss itu nama toko yang saya pilih untuk mempresentasikan barang-barang hasil kerajinan para moms yg memang wonderful dan Gendis saya ambil dari nama putri saya yang artinya gula dalam bahasa jawa dan gula rasanya manis.. dan sebagai identitas kalo kerajinan tangan yang wondeful ini buatan indonesia. Amin

Wednesday, May 2, 2012

(Sungguh) Saya Ga Bisa Jualan

Jualan?
Itu kemampuan terakhir saya, saya paling ga bisa nawar-nawarin barang ke orang lain. Selain butuh product knowledge yang bagus, juga butuh ke-PD-an dan hati besar saat orang yang kita tawarin product berkata: "ga mbak"; "makasih ya"; "next time kali ya mbak"; "belum ada yang cocok nih mbak"; sukur-sukur kalo ada yg sopan bilang "barangnya bagus sih cuma saya lagi ga butuh" dll. Tapi, justru itu yang sekarang saya alami, jualan dan gagal. Alih-alih jualan online, kan aman tuh, ga pake ketemuan langsung sama pembeli. Ga pake malu-malu nawarin barang, dan pastinya ga malu klo ga dibeli. Tapi sekali lagi kayanya bukan ini deh bakat alam saya... bakat saya jadi pembeli. nah lhoo!! banyaknya online shop yang lahir, membuat saya juga ingin mengadu keberuntungan, mulai yang pake modal, sampe yang modal gambar aja, eh tapi koq belum "kelihatan" hasilnya ya??!! saya pernah lho coba produce sendiri barang-barang yang saya perjual belikan. keterbatasan waktu dan tenaga membuat saya rehat sejenak...
kedepannya cita-cita saya adalah sebagai produsen ajah, soal jual menjual saya serahkan ahlinya saja... semoga saya berhenti dari masa rehat ini dengan segera dan mewujudkan cita-cita

Monday, April 2, 2012

Bertemu(lagi) dengan teman gila

Siang ini melalui jejaring sosial saya "berbincang" dengan teman semasa kuliah dulu.. awalnya saya tag foto baju dagangan saya di timeline akunnya. shortly, saya bagi PIN Blackberry, dan akhirnya saya tergabung dalam grup yang isinya teman-teman gila semasa kuliah hehehe...

Genk Ibu-ibu wali murid PG/TK *titttt*

Singkat cerita kami, saya dan suami memutuskan untuk memasukkan Gendis ke sekolah, asli bukan untuk ikutan tren menyekolahkan anak sedini mungkin, karena jujur saya malah kasian klo kecil-kecil udah harus sekolah.. masalahnya adalah saya udah melahirkan seorang adik yg lucuuuu untuk Gendis (berarti masalahnya ada di saya dan suami, tau Gendis masih kecil ehh malah "bikin" anak lagi kikkkikkkikk) dia jadi gampang cemburu ma adeknya, ga jarang dia sampai merajuk dan memaksa saya untuk tidak boleh menyusui adeknya karena dia ingin saya tetap jadi "milik"nya seorang. Situasi yang seperti ini ga boleh terus terjad kan? Ga bagus buat psikologis keduanya... kemudian opsi menyekolahkan alih-alih mencarikan kegiatan lain selain kegiatan dirumah untuk Gendis kami ambil. Kami mendatangi sebuah PG yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari tempat kami tinggal.
Hari pertama mengantar Gendis ke sekolah adalah pengalaman yang ga enak bgt.. Saya musti ikut lari sana lari sini ngikutin kemana dia pergi (karena sama sekali ga mau ditinggal dan karena alasan keselamatan juga, Gendis termasuk paling kecil diantara murid lainnya baik umur maupun ukuran badan, waktu istirahat tiba atau saat kegiatan diluar kelas, dengan sekali tabrak KO lah keseimbangan kakinya menahan tubuhnya yang limbung ditabrak murid-murid lain yang sudah lebih steady pijakan kakinya. duh duh Gendis 
Hari kedua, sama
Hari ketiga, sama saja
Hari ke empat tetap sama saja
Ada satu yang menjadi "hiburan" yaitu dandanan ajaib sebagian ibu-ibu wali murid. Gimana ga ajaib, aktivitas menunggu dan menjemput anak-anak sekolah aja, penampilannya sungguh sangat eye catching (lebay ga cara penyampaian saya?!)
Saya ingat sekali dandanan satu ibu yang sangat "jauh" dari aktivitas menjemput anak sekolah (lebih tepatnya aktivitas ke mall ato fashion show) tema leopard, dari aksesoris rambut sampe alas kaki *ouchh.
The other day saya dapati lagi dia sedang mengaplikasikan gaya  office woman  macam Syahrini  si artis infotainment itu, lengkap dengan tas Prada KWnya, tapi minus bulu mata anti badai.  Tapi deep in my heart saya pun ingin punya percaya diri yang setinggi itu dalam berbusana.