Friday, November 7, 2014

Ketika Cinta Tersirat

Malam ini saya nonton acara Ini Talk Show. Seru. Bintang tamunya para chef. Ada tiga chef yang di undang dan siap untuk "dikerjakan" sama Sule and The genk. Dan karena si Andre lagi absen entah kenapa yang dipilih untuk duduk di kursi Andre adalah Haruka, si cewek Jepang yang imut, cantik dan "gila"👧 
Saya ngakak abis sepanjang Show, bukan karena biasanya ga lucu tapi lebih karena melihat adegan demi adegan salting nya chef Juna ngadepin Joke Joke nya Haruka. Kaya geregetan 😋 Apalagi waktu Haruka bilang "kak Juna koq senyum terus, karena ada aku ya". Dan waktu Haruka bilang "kak Juna senyum terus, suka sama aku ya" wkwkwk asli saya pengen ketawa. Terkadang dialog dialog seperti itu bisa berlanjut di luar syuting dan banyak juga itu terjadi karena prifesionalitas mereka semata. Nothing happen. Tapi Anyway acara itu emang hiburan buat masyarakat. Saya aja sampe ngakak lihat ulah mereka. Tapi kayanya seru kali ya klo ntar kita lihat update di infotaimen bahwa chef Juna pacaran sama Haruka. 🇯🇵

Thursday, November 6, 2014

Hari Kartini 2012

Kemarin saya dan suami, mengikuti kegiatan Perayaan Hari Kartini di Sekolah putri kami, Gendis. Mengesankan anak-anak playgroup ini, balutan kostum orang dewasa tidak mampu menyembunyikan kepolosan mereka. Ada yang berkostum polisi, tentara, pakaian adat jawa, kalimantan dll. Gendis sendiri kebagian memakai Pakaian Adat Sulawesi hehehe. Saya dan suami surprise melihat Putri kami, sedemikian cepat perkembangannya, terbayang tidak lama lagi kami akan menghadiri acara wisudanya. Semoga kami masih diberi nafas untuk menghadiri momen itu. Amin
Pagi ini saya membaca koran, ya kegiatan rutin disela sibuk dengan anak-anak. Ada tulisan mengenai perayaan hari Kartini. Bagus, sedikit menyentil saya sebagai Ibu.

Tak lelo lelo lelo ledung, cup menenga aja
pijer nangis, anakku sing ayu rupane, nek
nangis ndak ilang ayune, tak gadang bisa
urip mulyo, dadiyo wanito utomo,
ngluhurake asmane wong tuwo, dadiyo
pendekaring bangsa, wis cup menenga
anakku, kae mbulane ndadari.. 

Sepenggal tembang tersebut tentu sangat lekat dalam memori masyarakat Jawa untuk mengantarkan mereka ke peraduan tidur pada masa kecilnya. Aktor dibalik lagu itu adalah seorang ibu. Semangat emansipasi yang dimaksudkan Kartini tentu tidak hanya berusaha menjadikan perempuan dalam upaya kesetaraan dengan laki-laki. Tapi juga menjadikan perempuan kembali pada kodratnya yang paling hakiki, yakni seorang ibu.