Thursday, November 6, 2014

Hari Kartini 2012

Kemarin saya dan suami, mengikuti kegiatan Perayaan Hari Kartini di Sekolah putri kami, Gendis. Mengesankan anak-anak playgroup ini, balutan kostum orang dewasa tidak mampu menyembunyikan kepolosan mereka. Ada yang berkostum polisi, tentara, pakaian adat jawa, kalimantan dll. Gendis sendiri kebagian memakai Pakaian Adat Sulawesi hehehe. Saya dan suami surprise melihat Putri kami, sedemikian cepat perkembangannya, terbayang tidak lama lagi kami akan menghadiri acara wisudanya. Semoga kami masih diberi nafas untuk menghadiri momen itu. Amin
Pagi ini saya membaca koran, ya kegiatan rutin disela sibuk dengan anak-anak. Ada tulisan mengenai perayaan hari Kartini. Bagus, sedikit menyentil saya sebagai Ibu.

Tak lelo lelo lelo ledung, cup menenga aja
pijer nangis, anakku sing ayu rupane, nek
nangis ndak ilang ayune, tak gadang bisa
urip mulyo, dadiyo wanito utomo,
ngluhurake asmane wong tuwo, dadiyo
pendekaring bangsa, wis cup menenga
anakku, kae mbulane ndadari.. 

Sepenggal tembang tersebut tentu sangat lekat dalam memori masyarakat Jawa untuk mengantarkan mereka ke peraduan tidur pada masa kecilnya. Aktor dibalik lagu itu adalah seorang ibu. Semangat emansipasi yang dimaksudkan Kartini tentu tidak hanya berusaha menjadikan perempuan dalam upaya kesetaraan dengan laki-laki. Tapi juga menjadikan perempuan kembali pada kodratnya yang paling hakiki, yakni seorang ibu.


No comments:

Post a Comment